Pagi ini terasa berbeda. Aku terbangun tanpa dipaksa oleh alarm ponsel. Rasanya alam bawah sadarku sudah menantikan datangnya pagi hari ini. Padahal jam kuliahku masih akan dimulai pukul sepuluh pagi nanti. Namun aku sudah mulai beranjak dari tempat tidur dari pukul lima pagi. Aku mulai aktivitas dengan berolah raga. Berlari selama lima belas menit, lalu mandi, dan mulai sarapan dengan sepotong roti serta segelas s**u. Kemudian memilih mengisi waktu dengan membaca buku sembari menunggu Vincent menjemputku. Aku tersenyum mengingat pria itu. Ternyata rasa seperti ini. Menanti seorang pria menjemput dan mengantarku pergi ke kampus. Hal yang biasanya aku lakukan sendiri. Rasanya cukup menyenangkan. Aku bahkan tak bisa menyembunyikan raut kesenangan dari wajahku. Aku cukup beruntung Mama tid

