36. Studio Musik

1954 Words

Laju mobil Vincent telah berhenti di parkiran depan sebuah studio musik. Aku segera keluar dari mobil dengan diikuti oleh Vincent. Studio itu ternyata terletak di dalam bangunan ruko. Tidak besar, tapi tampak nyaman meski dilihat dari luar. Ada beberapa pria yang tampak duduk di depan bangunan itu. Mereka sedang berbincang sambil minuman kaleng. "Hai, Bro." Vincent menyapa mereka sambil memberikan salam dengan tepukan bahu. "Siapa?" tanya pria berkaus merah. "Temen," jawab Vincent sambil tersenyum. Pria yang mengenakan kemeja biru tertawa. "Temen menjurus ke demen?" Vincent ikut tertawa. "Apaan sih. Gue masuk ke dalam ya." "Temen lo gak dikenalin ke kita?" tanya pria berbaju biru lagi. "Enggak!" Vincent menjawabnya dengan nada tegas. Aku langsung mengikuti langkah Vincent untuk mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD