Aisyah menggenggam tangannya yang dingin, setengah jam yang lalu ia pamannya datang dan memberitahu mereka jika ada seseorang pria yang akan datang melamarnya. Aisyah sangat terkejut mendengar kabar itu, ia bahkan baru saja selesai shalat magrib ketika Ayahnya memberitahu kabar itu. Ini semua mendadak, bahkan Aisyah tidak sempat memilih baju gamis karena gugup. Ini adalah pertama kalinya ia dilamar. Sebenarnya hati Aisyah masih tidak tenang, selain karena ini mendadak, hatinya sudah memilih orang lain tetapi ada pria lain yang berani lebih dulu datang untuk melamarnya. Semua orang sibuk mempersiapkan hidangan makan malam, terutama Aisyah yang sejak tadi hilir mudik masuk keluar dapur membawa hidangan makanan. Sementara itu, ada sepasang mata yang mengamati gadis itu dari jauh. Diam-dia

