l i m a b e l a s

4276 Words

Terbangun dari tidurnya, Bagus membuka matanya lebar-lebar. Dan seperti biasa, cowok itu akan mencari ponselnya. Tangannya meraba-raba permukaan kasur. Mencari-cari handphone tersebut. Ia pun menemukannya di tepi kasur. Hampir saja jatuh.   Jemarinya dengan cepat menekan tombol kunci dan membuka lockscreen. Pukul satu lewat tiga detik.   "Astaga," gumam Bagus.   Gagal sudah rencananya untuk menelpon Windy dan mengatakan ucapan selamat ulang tahun pada pukul dua belas malam. Namun Bagus tak membatalkan niatnya untuk tetap menghubungi Windy. Tanpa pikir dua kali, ia langsung memilih nomor Windy pada buku kontaknya.   Nada sambung terdengar di speaker yang tertempel di telinga. Bagus deg-degan. Berharap Windy belum tidur dan mengangkat telponnya. Dan ternyata harapannya terwujud, nada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD