"Lembur, Gus?" Mendengar suara Rendra, Bagus sontak menoleh. "Nggak, Mas. Tapi tanggung nih. Dikit lagi rampung," sahutnya. Rendra terkekeh. Tangannya sibuk merapikan meja kerja yang dipenuhi oleh kertas-kertas yang berisi coretan-coretan berbagai kode dan angka. "Kan bisa disambung lagi besok," kata Rendra lagi. Bagus mengklik mice-nya beberapa kali sebelum menutup semua jendela yang aktif pada komputernya. Setelah menuntaskan tugasnya hari ini, Bagus pun merenggangkan otot tangan, bahu, serta leher yang mulai menegang. "Gua nebeng balik kost bisa, Gus?" tanya Rendra sambil menyandarkan bokongnya ke kubikel. "Bisa aja, Mas. Tapi gua mau ke mall bentar. Ada yang mau dibeli," sahut Bagus. Tangannya bergerak merapikan kertas-kertas yang "Beli apaan?" Bagus dia

