Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Sejak kemarin, Zara masih demam dan sepertinya harus libur selama 1-2 hari. Gaffa merasa bersalah membawa Zara keluar rumah. Saat ini Zara sedang tertidur di kamarnya. Gaffa diizinkan masuk oleh Farah, karena memang harus menjaga Zara. "Tante berangkat ya, Gaffa. Jagain anak Tante. Jangan diapa-apain." Ucap Farah seraya memegang gagang pintu. Gaffa mengangguk sopan. "Iya, Tante." Farah pun menutup pintunya dengan pelan-pelan. Kemudian Gaffa kembali memeras handuk hangat yang akan ditaruh di kening Zara. Drrt drrt "Mati gue." Gumam Gaffa, saat melihat siapa yang menelponnya. "H-halo, Pa?" Kamu gila ya? Ngapain kamu ke Amsterdam? "Maaf, Pa. Gaffa-" Papa susul kamu kesana besok. Jangan kabur-kaburan lagi kamu, Gaffa. "Lah? Jan

