Sayang boleh, tapi jangan terlalu possessif . . . Pagi-pagi Zara dan Farah sudah rapi untuk segera melakukan aktivitas seperti biasa. Namun Anjas sudah berangkat lebih dulu, karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Dan tambahan satu orang dalam rumah ini. Yaitu, Gaffa. "Zara? Itu temen kamu kok nggak bangun-bangun sih? Nyenyak banget tidurnya." Ucap Farah seraya merapikan piring makan. Zara yang sedang memakai sepatu menoleh, "Nggak tahu, Ma. kecapean kali." "Siapa sih namanya? Mama lupa nanya semalem." "Gaffa, Ma. Temen sekelas aku dulu." Farah berjalan menghampiri Zara, "Zara, bangunin dulu itu, suruh ikut sarapan. Kasihan." Zara mendongak, lalu mengangguk, "Iya, Ma" Zara pun langsung berjalan menuju sofa dekat tangga. Posisi tidur Gaffa menandakan bahwa ia sedang kedin

