16. [Rindu yang Terbayarkan]

1106 Words

Sayang boleh, tapi jangan terlalu possessif . . . Gaffa berniat bangun siang, lantaran dirinya diskors selama seminggu. Namun, lain halnya dengan Vito. Vito malah bangun pagi-pagi demi membeli tiket pesawat untuk sahabatnya ini. Sengaja Vito tidak membangunkan Gaffa yang sedang tertidur lelap, karena ia ingin memberikan kejutan. Balasan untuk kerja kerasnya beberapa hari lalu. Sekarang sudah pukul 9 pagi. Vito memesan tiket dari ponselnya dengan begitu mudah. Lalu ia membangunkan Gaffa. "Woi! Anak moa! Bangun lu." Ucap Vito dengan menggoyangkan tubuh Gaffa. Gaffa hanya bergumam kecil, lalu kembali ke alam tidurnya yang nyenyak. "Kampret malah tidur lagi! Bangun woi!!!" Vito masih menggoyangkan tubuh Gaffa. "Apaan sih ah! Ganggu aja lu. Gue mau menikmati tidur anjir." Jawab Ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD