Badai menatap Embun yang kini malah tidak berani menatapnya sejak pernyataan rasa sayangnya kemarin itu. Embun malah terlihat menggemaskan dengan sikap malu-malu kucingnya itu. Kenapa wanita itu malah makin membuat Badai selalu merindukannya. "Heh, tuh kan. Lo itu emang kesambet pohon toge depan kantor. Dari kemarin senyum –senyum sendiri.' Celetukan temannya itu membuat Badai kini langsung beranjak dari duduknya. Dia memang sudah pulang sebenarnya. Tapi mengingat Embun hari ini sedang di ajak mamanya untuk belanja, maka Badai memutuskan untuk kongkow-kongkow di kantornya. "Hahahahah gue emang kesambet bidadari cantik. Kasihan deh lo." Badai mulai melangkah meninggalkan temannya yang konyol itu. "Sompret lo Dai." Badai semakin tertawa dengan keras saat masuk ke dalam mobil

