33 MALU

737 Words

"Kenapa senyum-senyum sendiri begitu? Lo gak kesambet pohon toge yang ada di depan kantor kan?"   Celetukan Ahmad teman satu timnya itu membuat Badai kini mengulurkan tangan untuk menjitak kepala temannya itu.   Mereka kini sedang duduk berselonjor di depan warung rujak milik Empok Minah. Lokasinya sangat strategis karena berada di depan kantornya dan berada di bawah pohon rambutan. Bisa menyejukkan mereka saat panas terik begini.   "Lo beruntung Lo gue selametin semalam. Coba kalau gue yang gak nembus api, Lo pasti deh yang suruh masuk ke kamar sama komandan."   Badai kini mengambil mangga muda yang memang di pesannya itu. Entah kenapa dia ingin memakan rujak mangga saat melihat warungnya Empok Minah ini saat dia datang ke kantor.   Ahmad langsung mengacungkan dua jarinya tanda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD