BAB 26 - separuh jiwaku pergi

2419 Words

Bram merasa dirinya sudah tidak diperlukan lagi oleh Clarinta, laki-laki itu segera berlalu meninggalkannya setelah gadis itu berhasil dipertemukan dengan Alvaro Naruna sang kekasih.  Ditelusurinya jalanan di kota tua Oxford yang saat itu dipenuhi turis dari berbagai macam negara yang datang berkunjung ke sana. Rupanya Oxford Fashion Week sedang diselenggarakan di kota tua ini. Beberapa gadis berambut blonde maupun brunette yang berpapasan dengannya di pedestrian, sesekali memandang ke arah laki-laki itu sambil berbisik-bisik, mungkin mereka mengagumi ketampanannya. Bram hanya tersenyum dengan senyuman mautnya yang selalu sukses bikin para perempuan bertekuk lutut. Namun, tidak untuk Clarinta, cuma gadis itu yang tidak mempan dengan senyum mautnya. “Mungkin saat ini dia sedang bersenang-s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD