"Ayolah Kanaya, tidak perlu merasa tersakiti di hadapanku, dari awal pernikahan ini bukan kehendak kita berdua kan, bahkan Sepupumu mengakhiri hidupnya karena tidak ingin bersamaku," kekeh Ethan. "Kau benar! baiklah lakukan sesuka hatimu, keluar dari kamarku," ujar Kanaya. Kanaya masih merasa kepalanya pusing. Ia kembali ke ranjang lalu berbaring dengan tenang, ia menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut tebal itu. Rasanya ia tak punya tenaga untuk bertengkar dengan Ethan, Kanaya juga sadar kalau percuma saja ia pulang ke rumah, Kakeknya pasti tidak akan menerima dirinya dan mungkin saja pria tua itu justru menyalahkan Kanaya. Tidak ada pilihan lain, Kanaya hanya perlu bertahan hingga ia melahirkan penerus Ethan Hazardy, selama hal itu belum terwujud ia hanya perlu bersabar dan tida

