Cincin Kawin

1018 Words

"Halo Reins," "Kana, gimana? apa yang terjadi Kana? kau tidak menerima lamaran pria itu kan? aku-" "Cukup Reins!" potong Kanaya. "Kana, aku minta maaf karena tidak bisa berpikir jernih, aku bahkan tidak bisa tidur memikirkan mu," "Jangan begitu Reins, jangan repot-repot karena diriku," Suara Kanaya berubah. "Kanaya! apa yang terjadi? kau menangis?" "Aku akan menikah minggu depan Reins," "A-apa! minggu depan?" "Iya Reins, sebaiknya kau melupakan semuanya ya, aku ingin kita berdua tetap menjadi teman baik, aku menyayangimu Reins, aku ingin tidur, aku tutup dulu teleponnya," Tut tut tut ... "Kanaya!" teriak Reins. Reins mencoba menghubungi Kanaya, sayangnya nomer telepon Kanaya sudah tidak aktif. "Tidak bisa! aku bisa gila," Hiks hiks hiks ... Reins menangis layaknya anak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD