Plak!!! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Dustin cucu tertua Reiner Hazardy. Tampak pula Damian, adik dari Dustin hanya bisa tertunduk lesu takut menatap sorot mata sang Kakek yang tampak berapi-api karena marah. Ruang kerja Reiner terasa seperti jurang yang dalam dan gelap. Kemarahan yang memancar dari sosok sang Kakek membuat hati Dustin dan Damian terasa terhimpit, seperti ada beban yang sangat berat yang tidak bisa digoyangkan. Setiap kata-kata yang terucap terdengar seperti tetesan air yang mengikis batu, membuat terasa semakin rapuh. Cahaya lampu yang terang memantulkan bayangan kemarahan Reiner di dinding. "Apa saja yang sudah kau lakukan Dustin! bagaimana bisa Ethan dan wanita dari Keluarga Taufan itu menikah! sudah aku bilang lakukan apapun agar mereka tidak jadi meni

