Dua jiwa itu berdiri di sisi masing-masing tubuh mereka yang terkulai tak berdaya. Mereka sudah mencoba beberapa kali hingga merasa putus asa, namun raga mereka seakan tidak mau menerima mereka begitu saja. Caleb menatap Amelia dan menggeleng. "Kita istirahat, Amelia." Amelia mengangguk. Hampir menangis. Caleb memeluk tubuh Amelia. Dia tahu hanya mereka berdua yang saling melihat satu sama lain sebagai tubuh seperti saat mereka nyata. Orang hanya akan melihat mereka yang tergolek di ruang ICU dengan alat bantu hidup terpasang di tubuh mereka. Orang-orang tak akan pernah melihat betapa jiwa mereka mengembara dan berusaha kembali ke raga mereka. Caleb dan Amelia duduk saling memeluk di kursi ruang ICU. Mereka terdiam. Pikiran mereka mengembara seiring jiwa mereka yang mengembara pula. Su

