Tikungan maut itu muncul dari balik kabut. Alma mencoba memutar kemudi, namun es yang licin membuat mobil itu kehilangan traksi sepenuhnya. SUV perak itu meluncur lurus, menghantam pembatas jalan baja dengan suara dentuman yang memekakkan telinga. "Berhenti Alma, jurang didepanmu!" teriak Marcel. Seutas senyum manis Alma terlihat dari mobil merah tersebut. "Bodoh, kenapa kau malah tersenyum, Alma. Hentikan mobilnya, aku tidak mau kehilanganmu!" KRAAAK! Pembatas jalan itu tertekuk seperti kertas. Mobil Alma sempat menggantung di udara selama satu detik yang terasa abadi. Marcel menghentikan mobilnya dengan mendadak. Pemuda arogan itu segera melompat turun dan berlari menuju tepi jurang. "ALMAAAA! LOMPAT!" raung Marcel. Wajahnya yang biasanya angkuh kini dipenuhi horor murni. Al

