34. PENYESALAN DAN KERINDUAN

1096 Words

"Orang-orang yang gagal, selalu bekata jika saja waktu bisa terulang, tapi aku Marcel Lion justru ingin waktu berjalan dengan sangat cepat kedepan. Tepat dihari aku berhenti bernapas dan bertemu kembali dengan Almaku. Jemput aku segera wahai kematian!" batin Marcel sambil menatap jauh ke luar jendela. Segelas whisky bertengger santai di genggamannya. "Aku ingin terjun ke lantai dasar dan mati ...," ucap Marcel sambil tersenyum manis. "Tuan, diluar ada Taun besar dan keluarga Nona Rasty," ucap asisten Marcel dari balik pintu. "Menunggulah, suruh mereka menunggu seperti aku menunggu kematianku," jawab Marcel lalu menghabiskan minumannya dan tertawa seperti orang gila. Tubuh gagah yang dulu sangat di sukai Alma serta para penggemarnya, kini terlihat sedikit mengurus dan mata tajamnya mula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD