"Mbak Daraaa" begitu mobil Hariz terparkir sempurna di halaman, Ibu segera menyambut Dara dengan senyum lebar dan bersemangat. Ibu bahkan sudah terlihat sangat cantik dengan gamis berwarna abu-abunya. Dara berlari lalu memeluk Ibu erat dengan tangis. "Ibu Dara lulus" ucapnya di sela-sela tangis. "Eh kok malah nangis?" Ibu mengurai pelukannya lalu menatap Dara yang berderai air mata dengan tatapan bingung. Hari bahagia seperti ini kenapa Dara malah menangis? "Tanya tuh mas Hariz" ucapnya menunjuk Hariz yang berdiri dibelakangnya. Hariz tertawa sementara ibu menatap laki-laki itu kebingungan. "Nanti saya perlihatkan videonya ke ibu" "Mas Hariz!" Jerit Dara. "Mbak Dara, gak boleh teriak" tegur Ibu. "Udah-udah sekarang kita foto-foto yukkk!" Ajak Tari. Hariz memegang kamera. Meng

