Hariz sibuk mengikuti kemanapun langkah Sarah. Saat Sarah menyuapi Cetta, lelaki itu ikut duduk dimeja makan, saat Sarah mengambilkan Cetta minum, Hariz juga ikut berdiri disamping dispenser. Sara berdecak sebal. "Kenapa sih Riz?" gerutunya. "Mbak, ayolah temenin aku" rengek Hariz. "Iya kemana dan ngapain?" Tanya Sarah gemas. "Aku gak tau" Sarah mendelik. "Gimana sih ngajakin pergi tapi gak tau mau kemana" Hariz mengikuti Sarah untuk duduk lagi di meja makan. "Dara besok mau sidang. Aku ga tau harus ngasih apa" Sara menghela nafas lalu menggeleng-gekengkan kepalanya. Prihatin dengan adiknya itu. "Riz, yang kerja di kampus itu kamu. Kamu gak pernah perhatiin waktu anak-anak bimbingan kamu sidang pada dikasih apa?" Hariz menggeleng. Ya, Jujur, saat anak-anak bimbingannya sidan

