Dara menghela nafas lega kemudian jatuh terduduk. Hariz tertawa lalu ikut duduk disamping Dara. "Kamu segitu ga maunya ikut sama Farhan?" Dara hanya meringis. "Bukan gitu pak. Saya takut awkward kalau pergi bareng mas Farhan dan teman-temannya. Gak satu circle takut gak nyaman" "Ayo kita pergi juga kalau gitu. Saya janji bakal bikin kamu nyaman" ucap Hariz. Entah kenapa jantung Dara jadi berdegup cepat karena perkataan pak Hariz barusan. Dara bakal dibikin nyaman? Konteksnya bagaimana tuh? Dara! Gak. Gak. Mungkin maksudnya bukan nyaman yang seperti itu. "Haha, oke pak. Kita mau makan dimana nih?" Tanya Dara begitu mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan kantin dan tatapan-tatapan ingin tahu yang mengikuti mereka. Hariz dengan serius melajukan mobil Dara meninggalkan park

