Dara tak bisa berhenti berdehem kecil. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, ia merasa tak nyaman dengan kehadiran perempuan itu. 'Gapapa Dara, dia kan ga tau kalau mas Hariz udah punya kamu' Hanya kata-kata itu yang bisa ia ulang-ulang diotaknya. Ia mencoba berfikir sepositif mungkin, meski memang hanya berhasil sekitar 75%. Ia tak bisa berfikir positif tentang perempuan bernama Aghni itu. "Gak bisa seperti itu Aghni, aku udah punya pacar dan aku udah ga punya perasaan buat kamu" ucap Hariz. "Apa dia lebih baik dari aku?" Pertanyaan itu menggema di kepala Dara. Iya, benar. Apa Dara lebih baik dari perempuan itu? Seketika hati Dara menciut mendengarnya. Ia merasa sakit dipertanyakan seperti itu oleh orang lain. Dara melepaskan tautan tangan Hariz, ia tak sa

