Part 5-Bertemu Cetta

1212 Words
Selepas menemani Farhan membeli kemeja, mereka berdua menuju Kintan Buffet. Padahal tadi Dara menawarkan untuk makan di Solaria saja mungkin. Jujur, Dara kangen mie goreng Solaria dan lagi  Dara lebih sayang uang di dompetnya. Rasanya tidak rela mengeluarkan uang cukup banyak untuk makanan. Tapi Farhan bersikeras makan disana saja. Dara duduk di hadapan Farhan yang sibuk memesan beberapa menu daging untuk mereka berdua. Setelah pelayan pergi, Farhan memberikan senyum lebar pada Dara yang sedari tadi diam dan menunggu. "Kamu tinggal makan nanti, biar aku yang masak" Dara tersenyum dan mengangguk saja. "Mbak Dalaaaa!" Dara terkesiap lalu menoleh kearah pintu masuk. Disana terdapat si cantik boneka arab, Cetta yang berlari ke arahnya. Loh? Loh? Cetta kok bisa berada disini? Senyum langsung terbit di bibir Dara begitu Cetta menubruk tubuhnya. "Cetta sayanggg" Dara mengangkat tubuh Cetta, membawa gadis kecil itu ke pelukannya. "Aduh maaf yah mbak Dara! Cetta lain kali jangan lari-lari begitu yah. It's a no no" Sarah mendatangi mereka, memberikan wajah tegas pada anaknya itu. "Gapapa bu" ucap Dara, ia tersenyum dan menggoyang-goyangkan Cetta yang berada di pelukannya. "Dara jangan panggil saya Bu dong, saya belum setua itu untuk dipanggil ibu. Panggil mbak saja" lagi-lagi Sarah meminta hal yang sama seperti terakhir kali mereka bertemu. Dara hanya meringis, jujur ia masih tidak mau mengiyakan permintaan Sarah. Matanya beralih pada sepasang bapak dan ibu yang telah berumur dan 2 orang laki-laki yang berjalan kearah mereka. Semuanya memiliki wajah yang sangat "arab". Dara jadi insecure melihat wajah-wajah rupawan dihadapannya. Matanya berhenti pada Pak Hariz yang hari ini hanya menggunakan kaos berkerah dan celana cargo selutut berwarna coklat muda. Bahkan dengan tampilan sederhana seperti ini Pak Hariz masih terlihat sangat suami-able. "Jiddah ini Mbak Dala. Mbaknya Danish, teman dedek disekolah" Cetta, yang masih dalam pelukan Dara memperkenalkan Dara pada anggota keluarganya. Dara mengulurkan tangannya untuk menyalami kedu orangtua itu dan menyebutkan namanya. "Oh mbaknya teman dedek yah?" Lelaki yang baru kali itu dilihat Dara membuka suara. Mungkin lelaki itu adalah kakak Pak Hariz. "Terima kasih yah mbak, waktu itu sudah mengantar Cetta pulang" ucap si Ibu. "Iya Ibu sama-sama. Saya gak keberatan kok" ucap Dara sopan. Cetta sudah lebih dulu diambil oleh ibunya yang segera pamit untuk duduk. "Kamu kesini sama Farhan?" Tanya Hariz. Oh iya, Dara lupa dengan kehadiran Farhan. "Iya pak, saya lagi jalan sama Dara" Hariz menatap Dara lekat. "Kalian pacaran?" Mata Dara membulat shock, sementara Farhan mengelus tengkuknya malu. "Eh...gak pak, jalan doang kok" Dara merasakan pipinya yang menjadi panas karena pertanyaan Hariz barusan. Lagipula kenapa ia harus menjelaskan hubungannya dengan Farhan ke Hariz? Hariz menghembuskan nafas. "Kalau begitu saya ke keluarga saya dulu yah" Farhan dan Dara kompak mengangguk sopan dan kembali duduk saat Hariz sudah berlalu dari hadapan mereka. ***** Hariz POV Aku duduk dihadapan Mas Zayid. Sengaja duduk disini agar aku bisa tetap melihat sosok gadis yang pertama kali aku lihat saat aku mengantar keponakanku sekolah. Ini mungkin akan terdengar aneh. Tapi aku rasa aku menyukai gadis itu sejak pandangan pertama. Saat gadis itu menggandeng anak kecil yang ternyata adalah adiknya. Gadis itu tersenyum lembut dengan tas transformers di punggungnya. Sesekali jari-jarinya merapihkan anak-anak rambut bocah kecil yang menggandeng tangannya erat. Aku seperti melihat..... masa depanku. "Kok ngelamun?" Pertanyaam Mbak Sarah membuyarkan lamunanku dan aku menggeleng pelan sebagai jawabanku. "Ayah Hariz, dedek mau minum" aku segera mengambilkan sebotol air lalu membantu keponakanku untuk minum. "Dara tuh manis banget yah? Orangnya juga baik banget, lembut" Mbak Sarah berkomentar. Aku setuju. Tapi tidak bisa menyatakannya secara terang-terangan. "Iya yah, keliatan kok kalau orangnya tulus" Umi ikut menimpali perkataan mbak Sarah. "Tapi kok Hariz kamu bisa kenal sama cowoknya Dara juga?" "Bukan cowok mbak, temen aja" aku mengoreksi. Sedikit tidak rela mbak Sarah mengira kalau Farhan adalah pacar Dara. Aku mengenal Farhan sebagai mahasiswa yang aktif di organisasi kampus. Ia dan beberapa temannya sering mengajak aku dan dosen-dosen baru di fakultas untuk berdiskusi. Menyampaikan aspirasi untuk kemajuan fakultas ke depannya. Farhan adalah anak yang cerdas. Dia banyak memberi kritik namun juga memberikan masukan atas kritiknya itu. Dia tau betul argumen yang dikeluarkannya, dia juga mau menerima masukan orang lain. Sebisa mungkin ia melihat dari banyak sisi. Aku tidak tau Dara bisa mengenal Farhan darimana karena setauku mereka berdua berbeda angkatan. Masalah saat aku tau Dara ternyata berkuliah ditempatku mengajar sempat membuat aku terkejut. Aku kaget saat melihat sosok manisnya sedang duduk di kursi yang ada di depan kelasku mengajar waktu itu. Ternyata dia sedang menyusun skripsinya. Aku membuang rasa maluku dan bertanya kepada bagian tata usaha. Apa mereka mengenal mahasiswa bernama Dara. Aku tau itu tidak mungkin mengingat fakultasku punya ribuan mahasiswa dari berbagai angkatan dan informasi yang aku punya hanyalah sebuah nama. Namun keajaiban terjadi. Ternyata pegawai tata usaha mengenal Dara. Beliau mengatakan Dara adalah anak yang sangat baik, dia juga ramah dan sering mengobrol banyak dengan bapak berusia sekitar 50 tahunan itu. Itu membuatku tersenyum. Ternyata dia memang anak yang baik. Namanya Chandara Anindita. Nama yang cantik. "Kamu tau darimana? Kalau dilihat-lihat juga cowok itu lagi pdkt sama Dara. Kamu lihat deh, cowok itu manis banget sama Dara. Mbak bisa lihat, kalau cowok itu suka sama Dara" Mbak Sarah mencibir. Aku jadi semakin kesal dan memilih diam sambil membakar daging untuk umi dan abi. Diam-diam mataku melirik Dara, gadis itu sedang tersenyum kearah Farhan dan mengambil sepotong daging yang diletakkan Farhan di piringnya. Senyum manis itu bisa dia berikan ke aku tidak yah? Coba aku saja yang membakarkan daging untuknya. Oh iya, masalah lain yang menggangguku adalah... sepertinya Dara mengira aku telah menikah. Ia mengira Cetta adalah anakku, mungkin kesalahpahaman itu terjadi karena Cetta memanggilku ayah. Padahal Cetta adalah anak Mas Zayid dan Mbak Sarah. Sekarang aku berpikir keras bagaimana aku meluruskan kesalahpahaman itu. Agar aku bisa dekat dengan Dara dan berusaha mengambil hatinya. **** Author POV Dara mengunyah daging yang diberikan Farhan sementara lelaki itu sibuk membolak-balik daging di pemanggangan. "Mas gantian aja. Kasian mas ga jadi makan" ucap Dara tidak enak. Farhan tersenyum, tapi tidak berniat memberikan Dara jepitan ditangannya. "Ga usah. Aku bisa sekalian makan kok"  tolak Farhan. "Eh tapi kok kamu bisa kenal keluarganya Pak Hariz? Tetanggaan?" Tanya Farhan dengan raut wajah ingin tahu. Dara menatap keluarga Hariz yang duduk tak jauh dari mereka. Sarah sibuk menyuapi Cetta, sementara Hariz dan lelaki yang tidak Dara tau siapa sibuk membakar daging. "Adik kecil itu satu sekolah sama adik aku Danish, beberapa hari yang lalu aku nganter Cetta pulang karena ayahnya ga bisa nganter. Kayaknya sih Cetta itu anak pak Hariz, soalnya Cetta manggil Pak Hariz Ayah" ucap Dara menjelaskan. Kening Farhan berkerut bingung. "Tapi Pak Hariz bilang dia belum nikah" Dia ingat pak Hariz mengatakan dia belum menikah kemudian dengan bercanda menyuruh Farhan dan teman-temannya untuk mencarikan perempuan untuk dijadikannya istri. Dara tercekat, membuat gadis itu akhirnya terbatuk-batuk dengan tenggorokan yang gatal. Farhan dengan sigap memberikan air minum, menatap khawatir Dara yang masih berusaha meredakan batuknya. Pemandangan itu tak lepas dari sorot Hariz. Ia juga memandang khawatir Dara yang tengah menutup mulutnya dan terbatuk-batuk kecil. Kenapa gadis itu? "Masa sih mas? Terus Cetta itu anaknya siapa?" Tanya Dara dengan kening berkerut. "Mbaknya mungkin, emangnya kamu pernah lihat Pak Hariz pake cincin nikah?" Tanya Farhan. Dara menggeleng. Ia tak pernah begitu memperhatikan apakah jari manis Pak Hariz dihiasi cincin atau tidak. "Gak pernah merhatiin" ucapnya pelan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD