Bab 122

2176 Words

Perempuan berhijab tadi pun kembali menyahuti. “Katanya sih , mau menikah siri, mungkin dalam waktu dekat mau diurus suratnya ke sini.” Obrolan mereka terhenti kala derit kursi Sadewa terdengar. Pria itu kini melangkah lebar menuju pintu. “Pak, mau ke mana?” Pria berseragam BKD melayangkan pertanyaan. Tanpa berbalik sedikit pun, Sadewa menjawab, “Mau bertemu salah satu kepala wilayah.” Lima orang di meja itu menyimpan jawaban Sadewa tanpa banyak bertanya lagi. Sebenarnya, mereka tahu jawaban tersebut hanya dalih. Di halaman kantor desa, Sadewa bersiap mengenakan helm. Belum sampai benda itu terpasang di kepala, sebuah motor merapat di sebelahnya. Ia gegas berbalik kala menemukan Arjuna yang baru saja datang. “Juna.” Arjuna tersenyum lebar. “Iya, Mas?” Raut wajah Sadewa tetap mura

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD