AFTER WAR 8
Akademi Lamorvas
Sera menatap bangunan kuno besar itu dengan takjub, mereka diantarkan dengan sebuah kereta istana menuju Akadei Lamorvas, Sera menatap gerbang tinggi yang terbuat dari besi kokoh itu, ada dua penjaga berbentuk makhluk hitamm tinggi dengan tutup kepala yang berkaga.
“Selamat datang di akademi Lamorvas, Allerick sudah mendaftarkan kalian secara pribadi. Meski begitu kalian akan diperlakukan sama rata dengan mahasiswa lain.” Ujar Profesor Loubom, badannya gendut dengan rambut tebal yang aneh.
“Ikutlah, barang-barang alian akan langsung dibawa ke kamar, sementara itu. Kalian akan diajak berkeliling untuk langsung memulai pelajaran besok pagi.”
“Bagaimana dengan jadwal kami.” Tanya Asteria.
“Oh kalian tidak perlu khawatir, semuanya sudah ada dikamar asrama.”
Profesor Loubom membawa mereka memasuki lorong yang dipenuhi murid, sejanak Sera merasa seluruh atensi tertuju pada mereka, Sera bahkan bisa mendengar beberapa bisikan tentang mereka bertiga.
“Oh, itu pasti si pemilik kekutan legendaries, dan adiknya.”’
“Bukankah gadis ginger itu adalah putrid klan Moonbow yang hilang.”
“Ah ya, aku kasihan sekali pada klan ituu.”
“Sera berbaik, menatap tajam pada gadis bersurai pirang dibelakangnya, tau Sera akan membuat masalah Abraxas segera menariknya untuk tetap berrjalan.
Mereka selesai mengelilingi Akademi Lamorvas pada jam amkan malam, Sera menatap kamar asramanya dengan lamat, tidak cukup kecil dan tidak terlalu besar, ada dua ranjang di kama itu, Sera menebak dalam satu kamar ada dua orang penghuni, tapi Sera tak melihat tanda-tanda teman sekamanya.
Sera memutuskan mencari kamar mandi, tubuhnya cukup gerah seetelah acara tour yang panjang, seperti yang Sera duga, akadami Lamorvas sangat luas dan memiliki banyak ruangan, bahkan ada lapangan super luas dan hutan milik Akademi Lamorvas.
“Siapa disana.” Abraxas mengambil penerang lebih maju, menemukan ada seorang gadis seumuannya dengan rambut coklat hazel dan kulit pucat. Gadis itu menelisik penampilan Abraxas kemudian tersenyum “Pemilik darah tiga klan?:
“Kenalkan aku Fleur, dari Klan Seraphic.” Fleur mengangkat gaunnya, membungkuk hormat pada Abaxas.
“Abraxas, dari tiga klan.”
Fleur mengikuti langkah Abraxas yang menjauh “Apa yang kau lakukan di hai pertamamu, berjalan malam-malam di hutan Lamorvas?”
Abraxas hanya diam, Fleur hanya tersenyum, tetap mengikuti Abraxas, sampai langkah keduanya berhenti ketika melihat jurang curam dibawah mereka.
“Jurang itu untuk menghukum pemberontak.” Jelas Fleur.
“Pemberontak?”
Fleur bergumam “Mereka yang tidak memiliki kekuatan apapun, tapi tidak mau kehilangan ingatan dan dikirim ke negeri mortal.”
Abraxas menoleh, menatap Fleur “Mereka menghilangkan ingatan, sebelum mengirim ke negeri mortal.”
“Tentu saja, sebaiknya kau segera kembali. Tidak boleh berkeliaran tengah malam, kau akan dihukum jika ketahuan.”
“Lalu kau?”
Fleur tersenyum “Mau kutunjukan jalan rahasia.”
Abraxas terdiam, tapi tetap mengikuti Fleur, gadis itu membawa Abraxas ke sebuah batu yang ditutupi tumbuhan lebat, Fleur mengeluarkan titahnya pada si tumbuhan, membuat tumbuhan itu terbuka, memperlihatkan jalan menuju asrama.
“Jangan beritahu siapapun.” Fleur tersenyum.
“Kau sering melakukan ini?”
Fleur bergumam “Kau akan tau kenapa aku melakukan ini cepat atau lambat. Nah berjalanlah ke asrama, jangan sampai ada yang melihat.”
Abraxas menatap Fleur yang menjauh, gadis itu terdengar seperti tengah dalam misi.
Meski begitu Abraxas takjub dengan keberanian gadis itu yang menyelinap malam-malam, Abraxas tau seberapa ketat akademi Lamorvas akan aturan.
Ada ribuan mahasiswa baru di akademi Lamorvas, mereka semua telah dikelompokan berdasarkan masalah yang ingin mereka selesaikan, Profesor di akaademi Lamorvas dikeketahui tangguh dalam bidang-bidang mereka masing-masing. Mereka semua tau cukup sulit lulus seleksi.
Abraxas menatap Sera yang berada di kelas rendahan, sedang Asteria berada di kelas khusu dengannya, mereka tidak dikelompokan berdasarkan usia, meeka dikelompokan berdasarkan masalah mereka. Kelas khusus diketahui mereka yang memiliki kekuatan berbahaya dan disegani, mereka hanya butuh bimbingan untuk sempurna.
“Aku Profesor Suliffen, pendiri Akademi Lamovas, akademi ini bertujuann untuk menyempurnakan kekuatan kalian, dan aku ingin kekuatan kalian digunakan untuk hal-hal baik. Aturan-aturan Akademi sudah di temple di setiap sudut, kalian harus mematuhinya jika tidak ingin menerima hukuman berat.”
“Selamat datang di akademi Lamorvas.”
Tepukan tangan meriah mengakhiri pidato Profesor Suliffen, Umurnya sudah menginjak ribuan tahun, dia mempunyai tinggi badan sedang, rambutnya sudah berwarna putih, yang mereka tau klan Profesor Suliffen dirahasiakan.
Kerumunan dibubarkan setelah pidat itu selesai, masing-masing memeriksa jadwal mereka, Abraxas melirik Sera yang sudah tertelan kerumunan, menuju kelas rendahan berada, Asteria menarik tangannya, segera menuju kelas khusus.
“Apa yang kita pelajari sekarang?” Sera mendekati Oprah, teman sekamarnya, gadis yang cukup aneh bagi Sera, ia memiliki rambut keriting berwarna putih, matanya berwarna biru dengan kulit pucat seperti albino, syukurnya gadis itu bukan gadis pendiam yang susah di ajak berbicara. Oprah berasal dari klan Poiesis.
“Cara membangkitkan kekuatan.” Bisik Oprah.
“Letakan buku kalian diatas, dan fokus!” SSeorang Profesor wanita bernama Profesor Resida masuk dengan wajah dingin, Sera segera menatapnya lamat.
“Kita berada di pembahasan nomor satu tentang cara membangkitkan kekuatan, aku ingin kalian merasakan klan kalian dijiwa, panggil kekuatan itu dengan perasaan terdalam kalian, dalam sepuluh menit aku memberikan kalian waktu berkonsentrasi memanggil kekuatan kalian masing-masing, tekan dengan energi kecil terlebih dahulu.”
Sera menutup matanya pelan, ia berusaha fokus, tidak menghiraukan suara-suara apapun yang tiba-tiba terdengar. Sera rasa sudah sepuluh menit berlalu, tapi dia tidak merasakan apapun. Ketika ia membuka mata, ia melihat Profesor Resida menatapnya tajam “Apa kekuatanmu?”
“Pengendali cahaya bulan,” Profesor Resida terdiam lamat “Temui aku nanti malam pukul 10.”
“Baik.” Profesor Resida berlalu, menghampiri anak lain yang kesuliatan sama sepertinya, termasuk Oprah yang diminta menemui Profesr Resida dengan senjata nanti malam.
Abraxas berdiri di depan kelas Sera ketika kelasnya selesai, ia belajar tentang pengendalian emosi pada kekuatan yang berlebihan. Abraxas menatap satu persatu penghuni kelas yang berlalu, mengabbaikan mereka yang mencuri pandang bahkan tersenyum padanya.
Sera menatap Abraxas yang berdiri di depannya “Apa?”
Abraxas menelisik “Kau pasti mengacau.”
Sera mendelik “Tentu saja, terserah kau Tuan Sempurna.” Ejek Sera “Profesor Resida memintaku menemuinya nanti malam.”
“Tentu saja, kekuatanmu akan lebih mudah muncul dibawah cahaya bulan.” Jelas Abraxas.
“Bagaimana kau tau?”
Abraxas mendengus “Itu sebabnya aku suruh kau baca buku itu.”
Sera melipat bibirnya kedalam “Yaya, akan k****a lagi nanti.”
“Sera, tunggu aku.” Oprah mensejajarkan langkahnya dengan ABraxas dan Sera, berdiri di samping Sera, melirik Abraxas dengan senyum merekah “Oh, kau pasti Abraxas. Kenalkan aku Oprah dari klan Poiesis.” Oprah menyingkirkan Sera kebelakang, kini dia berada ditengah, mengulurkan tangan pada Abraxas.
“Abraxas.” Ucapnya acuh “Aku pergi.” Abraxas berlalu.
“Kendalikan matamu.” Ketus Sera, melihat Oprah yang tak berkedip menatap ABraxas, bahkan ketika pria itu sudah pergi.
“Bukankah dia sangat panas.” Oprah terkikik “Apa dia punya pacar?”
Sera mendengus “Tidak.”
“Itu bagus.” Oprah berteriak senang “Aku akan menjadikannya pacarku.”
“Kalau kau tahan dengan sikap menjengkelkannya.” Decak Sera.