Chapter 19

1179 Words

Chapter 19 “Selamat pagi, Nona, apa ada yang bisa kami bantu? Nona kelihatannya sedang bingung?” tanya seorang pelayan padanya ketika mereka berpapasan di ruang tamu. Ruby menggeleng. “Hm? Tidak ada. Aku hanya mau ke kamar.” Pelayan tersebut menundukkan kepalanya dengan sopan. “Kalau ada apa-apa, jangan ragu mengatakannya.” “Iya, terima kasih.” “Permisi.” Pelayan tersebut berlalu. Saat bertemu dengan rekan kerjanya yang lain, mereka pun mulai membicarakan Ruby. “Ya ampun, apa dia dan tuan muda sudah tidur bersama? Melihatnya saja aku merinding. Dia jauh dari kata cantik.” “Saat dia berjalan, aku rasa seperti ada gempa.” “Hahaha.” “Kenapa tuan muda harus menikahi perempuan seperti dia? Dia bisa mendapatkan yang jauh lebih cantik.” “Iya, mereka sama sekali tidak cocok.” “Yang satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD