Apa-apaan ini? Apa Galaksi sengaja melakukan hal ini? Ares benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana bisa Galaksi meninggalkan mereka berdua di rumah dan mengunci pintunya? Jika dilihat dari jendela, di luar sana mulai turun hujan. Entah di mana Galaksi saat ini, juga kedua adik Ruby. “Mungkin Galaksi membawanya. Kita tunggu saja, dia pasti datang sebentar lagi,” kata Ruby dengan nada suara yang terdengar agak bergetar, seperti sedang cemas. “Tunggu di sini sebentar, aku mau ke kamar mengambil ponselku." “Iya.” Dengan susah payah, Ares mencari-cari pintu kamarnya. Merasa yakin kalau itu kamarnya, Ares lalu meraba-raba ranjang, tempat terakhir dia meletakkan ponselnya. Benar saja, layar ponsel tersebut menyala setelah Ares menyentuhnya. Barulah Ares bisa menghela napas lega sesudahnya.

