Chapter 34

1378 Words

Chapter 33 Keesokan paginya, samar-samar Ruby mendengar suara kicauan burung bersama dengan masuknya sinar matahari melalui jendela kamarnya. Apa dia kesiangan? Dengan kepala yang terasa berat, dia membuka matanya dan melihat sekitar. “Kenapa kepalaku rasanya berat sekali?” gumamnya sambil menekan-nekan pelipisnya dengan jari. “Sudah bangun?” Ruby refleks menoleh ke samping, di mana di sana ada Galaksi yang bersandar di ranjangnya dengan kedua tangan menyilang di depan d**a. “K-kamu? Sedang apa di kamarku?” tanya Ruby, terkejut bukan main. Galaksi mendengus. “Kemarin kamu mabuk berat. Jadi, aku di sini untuk memastikan kalau kamu baik-baik saja.” “Aku mabuk berat?” Ruby menunjuk dirinya sendiri. “Bagaimana bisa?” Galaksi turun dari ranjang kemudian berkata lagi, “Sebaiknya jangan l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD