Chapter 50

1985 Words

Ruby tidak bisa tidur, sementara Galaksi sudah tidur pulas sejak tadi. Ini rasanya cukup aneh. Bisa dibilang dia membenci pria itu, tapi… di satu sisi, Ruby tahu perasaan benci itu tidak begitu kuat. Meski Galaksi sudah menghancurkan mimpinya, Ruby tidak bisa sungguh-sungguh membencinya. Karena ya begitulah, terkadang Galaksi sangat menyebalkan, tapi kadang dia juga sangat perhatian. Jadi, pada saat melihatnya tidur di bawah ranjangnya, Ruby merasa kasihan. Ruby lalu bangun dan berguling sampai ke tepi ranjang. Setelahnya, dia diam menatap wajah Galaksi lama-lama. Ya Tuhan… dia memang sangat tampan. Rasanya Tuhan menciptakannya dengan sempurna. Ruby berpikir, apakah Galaksi memiliki kekurangan di balik ketampanannya itu? Tepat ketika Ruby hendak membalikkan badannya, tiba-tiba dia keh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD