Chapter 43 “Benarkah? Baru menatapnya saja, bagaimana kalau aku memeluknya?” Rehan tersenyum penuh arti kemudian bertanya lagi, “Siapa yang merasa terganggu sebenarnya. Dia atau kamu?” “Rehan, se-sebaiknya kita cari meja lain saja.” Maura menangkap kesan marah dari cara Galaksi menatap Rehan. Sebelum sesuatu yang buruk terjadi, Maura lebih baik mengajak suaminya itu pergi dari hadapan Galaksi. Rehan mendengus. “Kenapa? Takut cinta lama bersemi kembali? Atau jangan-jangan sudah?” “Aduh, perutku!” Ruby memegangi perutnya sambil meringis kesakitan. Rehan yang berada di dekatnya langsung bertanya, “Ada apa?” Galaksi berdiri lalu menghampiri Ruby. “Kenapa?” “Tiba-tiba perutku sakit sekali. Sepertinya maag-ku kambuh.” Galaksi lantas menarik tangannya, hendak mengajaknya pergi dari san

