Malamnya setelah selesai makan malam, Sidra diminta untuk menghadap ke hadapan Kaisar secara diam-diam. Loiz sendiri yang menjemput dan juga menungguinya selama pertemuan itu berlangsung karena Camilo sudah berangkat sejak tadi sore ke Paxe untuk melakukan penyeledikan. "Apakah dia juga memberitahu Paman bahwa dia akan pergi atas perintahku?" tanya Sidra saat dalam perjalanan ke istana ayahnya. Loiz yang ditatap oleh Sidra, langsung mengangguk. "Saya juga kurang mengerti, namun walaupun anak itu terlihat sangat dingin dan menyebalkan, tapi dia selalu memberitahu saya setiap kali dia ingin melakukan sesuatu," balasnya. Sidra tertawa, dia mengangguki ucapan Loiz. "Mungkin karena tanpa sadar dia menghormati Paman. Selama kami hidup, kami tidak memiliki sosok Ayah yang bisa kami jadikan

