Perjalanan yang ditempuh semalam setelah dia merasa cukup beristirahat setelah berperang, justru menemui sesuatu yang sia-sia. Malam hari, harusnya kedua anak itu sudah berada di rumah setelah siang hari pergi ke pasar untuk berdagang. Namun gubuk yang merupakan peninggalan Sieana itu tampak sangat sepi dengan pintu yang tertutup. Tidak ada seorang pun di sana. Bahkan ketika Loiz mencari keberadaan kereta kuda yang pernah dia berikan, dia tidak menemukannya. Loiz jadi berpikir kemungkinan kedua anak itu akhirnya memutuskan pergi meninggalkan rumah karena tidak tahan terkenang tentang Sieana yang sudah tidak ada. Padahal keduanya sempat berkata bahwa mereka tidak akan pergi kemana pun dan akan memperluas usaha kebun yang dimiliki oleh mendiang Sieana. "Sebenarnya kemana mereka berdua di

