"Maafkan aku yang terpaksa harus mengirim mu ke medan perang. Harusnya lebih banyak membawa anak remaja dari desa untuk dipersiapkan di saat seperti ini, bukan malah mengirim kau dan juga para anak pejabat itu untuk ikut serta dalam perang." Mendengar ucapan Lauda, Loiz langsung menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak masalah, Yang Mulia. Saya datang kesini memang sebagai prajurit, saya harus siap kapan pun dikirim ke medan perang apalagi menjadi garda depan. Lagipula seperti yang Yang Mulia katakan, bahwa serangan kali ini sama sekali bukan masalah yang bisa dianggap sebagai masalah yang sepele. Lebih baik jika saya langsung yang berangkat, dengan begitu saya bisa langsung mengetahui keadaan asli yang ada di sana." Lauda tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Loiz adalah benar, namun begitu

