Katanya, Ibunya adalah seorang warga biasa yang memiliki paras cantik dan masih muda. Saat itu Ibunya menghadiri acara yang juga dihadiri langsung oleh Kaisar. Acara perayaan yang diadakan sebagai rasa syukur karena mereka memenangkan perang yang berkepanjangan dengan beberapa Kerajaan. Kakak dari Ibunya adalah salah satu prajurit yang ikut serta dalam perang itu sehingga diperbolehkan untuk ikut datang menikmati acara. Pesta yang diadakan dengan merakyat yang diniatkan agar prajurit dan keluarganya dapat memiliki waktu dan kesempatan untuk mengobrol langsung bersama dengan Kaisar, justru membawa petaka bagi Ibu Sidra yang malang. Dia menerima perlakukan yang tidak baik dari Kaisar yang mabuk dan lepas dari pengawasan ajudannya. Kejadian malam itu membuat semuanya berubah, membawa benca

