"Yang Mulia.." Sidra mengangkat tangannya. "Tolong jangan katakan apapun untuk saat ini, Camilo. Aku sedang merasakan perasaan bahagia yang sebelumnya belum pernah aku rasakan, jadi izinkan aku merasakannya sedikit lebih lama," pinta Sidra dengan nada lelah. Camilo terdiam, namun kemudian dia mengangguk sebagai jawaban. "Maafkan saya, Yang Mulia. Kalau begitu, saya akan pergi sebentar. Yang Mulia bisa langsung memanggil saya jika memerlukan bantuan saya," kata Camilo kemudian. Termenung, Sidra menatap ke arah istrinya yang saat ini tengah berbincang dengan Ibu Suri dan juga Ratu. Dia yang baru saja berkata hendak menikmati perasaan baru yang dia rasakan setelah mendapatkan istri, justru terus teringat dengan ucapan yang dikatakan oleh Camilo sebelum pernikahan. "Yang Mulia, tolong j

