"Tenang lah dulu." Axia berbalik, menatap tidak percaya pada Ibu mertuanya yang masih saja meminta dirinya untuk tenang di saat seperti ini. "Tenang? Ibu masih bisa meminta saya untuk tenang? Anak Ibu sudah membohongi saya mentah-mentah. Dia berkata bahwa dia tidak mengetahui apapun tentang anak dari wanita itu, tapi ternyata selama ini dia sengaja menyembunyikannya dan sekarang justru mau membawanya ke istana?!" Ibu Suri menghela napas berat, dia mengubah duduknya menjadi bersandar. Menyaksikan bagaimana menantunya melampiaskan amarah sejak tadi. "Tapi tidak ada yang bisa kita lakukan untuk saat ini. Anak itu, tanpa diduga tumbuh sebagai seekor Naga Hitam, Naga yang sudah dinantikan oleh kerajaan ini bertahun-tahun lamanya. Keberadaannya merupakan berkat bagi semua orang, maka kita ti

