Persahabatan bagai kepompong

1249 Words
3 Bulan berlalu… Tak terasa sinetron yang Jessica dan Jovan mainkan berhasil memenangkan award, begitu juga dengan Jovan dan Jessica yang memenangkan penghargaan kategori couple terfavorit. Nama mereka semakin di kenal oleh khalayak masyarakat. Mereka juga di buatkan sebuah lagu duet romantic. Saat ini Jessica dan Jovan kembali melakukan meeting bersama dengan manager dan salah seorang sponsor dari perusahaan besar dari Singapura dimana perusahaan ini merupakan sponsor terbesar. “Ini kerjasama kita, kalian bisa baca dulu dengan cermat. Dan untuk yang membuatkan lagu kalian, kami sudah menyiapkannya. Beliau adalah Hengky Soya, yang merupakan pencipta lagu terkenal di Negri ini. Dia juga pernah membuatkan lagu untuk Anastasya, penyanyi terkenal kita,” jelas perwakilan dari sponsor itu yang bernama tuan Doni. “Jadi kami akan di buatkan satu album lagu?” Tanya Jovan. “Iya benar dan semuanya berduet, kami akan mulai rilis lagu satu per satu sesuai target dalam satu Tahun ke depan,” jelas sponsor. “Di sini di jelaskan kami harus berperan sesuai alur lagu? Ini bagaimana?” Tanya Jessica. “Kami ingin kalian melakukan pernikahan kontrak seperti judul lagu kedua ini, ‘Cinta Kita’.” “What The Hell?” pekik Jovan. “Kami Menolak!” jawab Jessica dan Jovan serempak. Mereka saling melirik dengan tajam. “Ogah gue punya bini kayak lu!” hardik Jovan. “Siapa juga yang mau sama lu, cowok cerewet,” jawab Jessica. “Tenang dulu. Kalian belum mendengar keuntungan yang akan kalian dapatkan,” seru Doni. “Jes, tenang dulu,” seru Rara. “Jovan, lu tenang dulu. Kita dengerin dulu sampai tuntas,” ucap Manda. “Apapun keuntungannya, gue tetep gak akan terima,” ucap Jovan. “Diem!” seru Manda dan akhirnya Jovan pun diam. “Selain membawakan lagu-lagu ini. Kami juga membuat projek reality show kehidupan sehari-hari kalian. Kalian nanti akan punya chanel sendiri di aplikasi YT. Keseharian kalian akan di rekam dan di share di chanel itu. Kalian akan mendapatkan sebuah mansion di kawasan Elit PI. Setelah menikah kalian akan menempati mansion itu dan syuting di lakukan di sana.” “Mansion?” Tanya Jessica. “Ini foto dan desain denah mansionnya,” seru Doni menunjukkan beberapa kertas gambar. “Setelah proyek ini berhasil, mansion itu akan menjadi hak milik kalian. Selain mansion, kalian juga akan mendapatkan sejumlah uang masing-masing 1M. Di tambah lagi penghasilan dari Chanel kalian dan juga lagu kalian. Bayangkan berapa banyak uang yang akan kalian dapatkan.” “Uang 1M dan Mansion itu bayaran dari proyek reality show ini. Tetapi di luar itu kalian juga bisa mendapatkan royalty dari JoJeChanel dan hasil penjualan lagu kalian. Belum lagi kalau kalian ada undangan nyanyi atau manggung, itu kami tidak akan ikut campur. Kami hanya akan mendanai konser mini kalian untuk rilis lagu pertama, kemudian pernikahan kalian, kami yang tanggung juga.” “Sial!” gerutu Jovan. Penawaran yang sangat menggiurkan tetapi ia benar-benar tidak ingin menikah dengan Jessica. “Aku setuju,” jawab Jessica membuat Jovan menoleh ke arahnya. “Wah lu udah gila yah,” seru Jovan. “Ini kan hanya acting, anggap saja sedang bermain sinetron dengan kontrak 1 tahun,” jawab Jessica dengan enteng. “Gue nolak!” Jovan berdiri dari duduknya. “Pertimbangin dulu, Jovan. Kesuksesanmu ada di depan mata,” seru Doni. “Gue akan setuju kalau ceweknya bukan si Kerdil ini!” seru Jovan beranjak pergi. “Jovan!” panggil Manda. “Maaf Pak Doni. Saya akan bicara dengan Jovan dulu.” “Ya silahkan, tidak perlu terburu-buru. Kami masih memiliki waktu, setidaknya tiga hari kedepan sudah dapat keputusannya. Di lakukan lebih awal, lebih baik,” ucap Doni. “Baiklah. Kalau begitu saya permisi,” seru Manda beranjak pergi. *** “Lu serius nerima tawaran buat nikah sama Jovan?” Tanya Rara. “Ini hanya pernikahan kontrak,” jawab Jessica merebahkan kepalanya ke sandaran jok mobil. Saat ini mereka berada di dalam mobil untuk mengantarkan Jessica kembali ke apartementnya. “Iya, tapi ini Jovan lho. Bukannya lu benci sama dia,” seru Rara. “Gue tau. Tapi gue butuh uang banyak buat nutupin semua hutang keluarga gue. Lu tau sendiri tiap hari ada saja penagih hutang yang datang,” seru Jessica. “Sampai kapan lu bayarin hutang nyokap lu. Udah jelas dia yang nipu orang-orang itu dengan mengatas namakan lu,” seru Rara. “Entahlah. Sekarang ini dia masih dalam penjara, dan gue harap dia akan jera,” seru Jessica. “Lu lakuin ini karena takut nyokap lu mencemarkan nama baik lu?” Tanya Rara. “Nggak juga sih. Gue hanya berharap dia lebih bisa ngeliat gue sebagai anaknya,” jawab Jessica menatap nyalang ke depan. “Sudah ah, gue mau tidur. Cape banget rasanya.” Jessica memejamkan matanya dan Rara tak mampu bertanya lagi. Rara yang duduk di jok depan memilih melihat ke depan. Tanpa ada yang tau Jessica menitikkan air matanya dalam keadaan mata terpejam. Tak ada yang tau betapa terlukanya ia, betapa menderitanya dirinya. *** “Sialan! Gue gak mau!” amuk Jovan saat ini berada di club malam tempatnya berkumpul bersama ketiga sahabatnya. “Karma,” jawab Abim dengan santai meneguk minumannya. “Apasih lu peti mati!” hardik Jovan. “Astaga, kalian ini kenapa sih,” keluh Rico. “Kalian bertiga bermasalah dengan para mantan.” “Gue nggak,” jawab Revan dengan percaya diri. “Tapi lu udah di tinggalin Kakak ipar, dan sekarang lu gak bisa move dari dia. Akuin aja deh, kalau ada kesempatan buat ketemu, lu juga bakalan minta rujuk,” celetuk Rico. “Gue gak ada masalah sama mantan,” jawab Abim. “CK, lu gak sadar kalau lu itu suami orang lain. Lu masih aja ngejar-ngejar mantan lu, Nabila. Astaga kalian ini bener-bener,” keluh Rico. “Seenggaknya gue gak bucin kayak mereka. Gue ogah balik lagi sama Kerdil itu!” jawab Jovan. “Lu yakin dengan ucapan lu. Ati-ati kemakan omongan sendiri,” jawab Revan mengambil camilan. “Jangan sampai deh. Dulu gue cinta sama dia, tapi karena dia udah khianatin gue dan nyakitin gue, sekarang gue udah benci sama dia. Gue benci pengkhianat!” jawab Jovan. “Heh, makanya peti mati jangan main api dan khianatin istri lu, gue gak akan tinggal diam!” “Bukan urusan lu!” jawab Abim. “Lagian lu yakin banget kalau si Jessi khianatin lu,” seru Rico. “Gue juga gak yakin sih kalau Jessica khianatin si Jovan. Dulu kita semua satu sekolah dan kita sudah tau karakter dia gimana,” ucap Revan. “Gue liat dengan mata kepala gue sendiri, dia pelukan sama cowok lain. Setelah itu bukannya jelasin, dia malah ilang. Eh setelah pesan gue yang ribuan di abaikan, dia malah balas pesan singkat yang isinya bilang kalau dia udah pindah sekolah dan minta putus dari gue. Sinting gak sih tuh cewek,” seru Jovan masih menyimpan dendam. “Kenapa gak lu selidiki kebenarannya dulu dan coba cari tau keberadaan dia,” seru Revan. “Malas. Dia udah terlanjut baper,” ejek Rico. “Sialan! Lu belum aja ngerasain di khianatin si Fira gimana,” seru Jovan. “Hush jangan asal ngomong yah. Bentar lagi gue nikah sama dia. Jangan seenak jidatnya tuh nyumpahin,” protes Rico. “Bodoh!” “Siapa yang bodoh? Lu yang bodoh!” jawab Jovan dan Abim hanya mengedikkan bahunya acuh. “Ah sial! Tawarannya menggiurkan tapi kenapa harus cewek sinting itu sih,” gerutu Jovan. “Jodoh!” jawab Abim membuat Jovan melotot ke arahnya. Revan dan Rico hanya bisa tertawa melihat tingkah Jovan dan Abim yang seperti anak kecil. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD