“Kenapa tidak tidur?” Melvin mengusap lembut kepala Azura yang di perban, melihat kondisi istrinya membuatnya merasa sedih. Dulu Azura selalu menjadi target pembalasan dendam musuh, tetapi sekarang dia juga mengalami hal yang sama, dia terluka karena keegoisan Melvin. “Kamu juga belum tidur,” ucap Azura. “Tidurlah, aku akan menjagamu.” Melvin mengecup kening Azura tanpa rasa sungkan, Melvin tidak akan menyembunyikan perasaannya, dia akan membuat Azura semakin terbiasa dengan dirinya dan segala hal yang dia lakukan kepadanya. Azura yang mendengar ucapan Melvin seakan terhipnotis, dengan perlahan dia memejamkan matanya dan mulai tertidur dengan lelap, dia harap hari esok akan lebih baik dari hari ini. “Maafkan Mas sayang, Mas akan lebih memperhatikanmu lagi.” Melvin menggenggam tangan

