BAB 8 MENAHAN LAPAR“Run, dipanggil Pak Kai tuh!” kata Sheila yang tiba-tiba masuk ke dapur. Lagi-lagi, gadis itu mengagetkannya. Aruni melirik ke arah Anton–kepala juru masak. Tidak enak bila meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, sedangkan tim di dapur sedang repot dan diburu waktu. Pikiran pun mulai curiga kalau Kaisar pasti akan membuat perhitungan karena tadi dia pergi tanpa pamit saking kesalnya. “Maaf, Kak Sheila. Tolong bilangin, saya belum beres nyeplok telur,” jawabnya pelan. “Kalau Pak Kai marah, lo tanggung sendiri akibatnya ya!” Staf bagian keuangan itu langsung berbalik dan meninggalkan dapur. Awalnya, dia sudah sangat senang ketika Kaisar memanggil ke ruangannya. Namun, ternyata malah disuruh menemui si mahasiswi magang. Tanpa memedulikan ancaman itu, Arun

