BAB 9 SIAPA VINO“Ngomong-ngomong, perasaan mukanya Bang Vino itu gak asing. Apa mungkin aku pernah ketemu dia sebelumnya?” Aruni yang hampir meraih gagang pintu malah kembali memutar tubuh. “Vino … Alvino … Al-vi-no Anggara ….” Gadis itu menyebutnya berulang kali sambil berusaha mengubek memori dalam otak. Raut wajah datar Kaisar tiba-tiba saja berubah. Kedua mata tampak melebar dengan alis kiri yang sedikit naik. Sama sekali tidak menyangka akan ada pertanyaan itu dari Aruni. Dia terdiam sesaat, kemudian berdeham sekali agar suaranya tidak terdengar gugup. “Perempuan memang biasanya bawa-bawa perasaan, apalagi kalau lagi lapar!” jawabnya ketus. Gadis yang mengenakan jascook putih itu memalingkan muka dan berusaha menahan u*****n. Entah harus bagaimana menanggapi suami sekaligus atasan

