BAB 10 PULANG BERSAMASudah lebih dari lima belas menit telah berlalu dari jadwal pulang yang ditentukan, Aruni berdiri di depan katering sambil bersandar pada tiang. Sesekali dia melirik ke arah arloji, memperhatikan angka yang ditunjukkan oleh jarum jam. Terkadang gadis itu menengok ke pelataran parkir untuk memastikan motor Kaisar masih ada di sana. Khawatir bila suaminya telah pulang dengan keluar lewat pintu belakang. Sebenarnya mahasiswi magang itu ingin sekali langsung mendatangi Kaisar ke ruang kerjanya. Akan tetapi, hal itu tidak mungkin dilakukan karena khawatir masih ada staf kantor yang masih berada di sana. Aruni harus lebih berhati-hati dengan berpura-pura sedang memainkan ponsel ketika ada yang melewatinya. “Runi ….” Angin halus menyapa dan membelai wajah bersamaan dengan

