BAB 32 SALAH TINGKAHAruna keluar lebih dulu dari kamar itu. Dia tidak sanggup berlama-lama di sana menyaksikan perlakuan mesra Kaisar pada adiknya. Meskipun wajar untuk pasangan yang sudah menikah, hanya saja seharusnya dia yang ada di posisi sebagai istri Kaisar. “Hei, kenapa harus cemburu? Kamu menyesal, Una?” Gadis itu membatin seraya berdiri di balik pintu. Tiba-tiba saja tubuhnya tersentak ketika melihat Kaisar keluar sambil menggendong tas. Dia berjalan mengikuti di belakang agar mendapat kesempatan untuk berbicara empat mata. Saat melewati ruang tengah, Aruna sempat celingak celinguk mencari keberadaan Desi untuk memastikan kondisi aman terkendali. “Kai, tunggu sebentar!” pintanya saat lelaki itu sudah duduk di motor. Kaisar urung memakai helm. Dia sempat berharap kalau yang mem

