65. Cinta, Darah, dan Air Mata

1445 Words

Suara itu mengejutkan semua yang ada di dalam markas Bonzoi. Tidak terkecuali Nico dan Arion. Tatapan mereka kembali beradu. Kali ini kilatan mata Arion terlihat sangat tajam. Bahkan hati Nico bagai tertusuk belati lebih sakit dari pada perutnya tang pernah tersayat belati itu. “Arion! Menyerahlah! Hiduplah bersamaku!” Nico masih mencoba untuk membujuk Arion. “Tidak akan, Nick! Sebesar apa pun aku mencintaimu! Tidak akan bisa meluluhkan hatiku untuk terus berjuang bersama Bonzoi!” Arion tidak ingin menyerah. “Kalau begitu, dengan berat hati, kau harus berhadapan denganku!” Nico mencoba menahan kepedihannya. Ia harus bertarung dengan gadis yang sangat dia cintai. Lantaran saat itu, Nicolaas Hans tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Nico hanya mengetahui kalau Thomas dan pasu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD