61. Kedok Mulai Terbuka

1371 Words

David masih menunggu Komandan Thomas di lobi itu. Setelah Sersan Daniel meninggalkannya karena ada tugas lain. David merenung mengingat kembali apa yang baru saja Sersan Daniel tunjukkan kepadanya. Hati David amat berkecamuk. Merasa ada sesuatu yang janggal dengan keputusan Presiden Vromme. Lantaran dirinya mengetahui dengan benar, kalau Nico tidak berkhianat. Walau saat dalam menjalankan misi ketiga dirinya menghilang setelah dia mencopot mikro cip secara paksa dari dalam tubuhnya. David mematung di antara hiruk-pikuk kantor kepresidenan. Tak lama kemudian seseorang menyapanya. “Dav!” Thomas Christian berdiri di depan David. “Oh, Pak Komandan. Maaf saya menunggu Anda di sini.” David membungkukkan bahunya sebagai rasa hormat kepada Thomas. “Baiklah! Bagaimana persiapan materi rapat yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD