Brams mengantar Rain benar-benar sampai depan gerbang kost. Rain menghentikan kemudinya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kost. Meski pun ia masih agak kesal dengan Brams, Brams sudah tidak membuat masalah lagi, dan kali ini dia baru saja mengeluarkan tenaga untuknya. Jadi, ia harus mengucapkan terima kasih. "Thanks," ucap Rain. Brams tersenyum, sungguh pesona buaya memang memikat, Rain saja sampai mengerjapkan mata karena senyuman laki-laki itu sangat manis. "My pleasure," jawabnya. Rain tersenyum kecil sekilas lalu menggas motornya memasuki pekarangan kost. Brams tidak langsung masuk, dia masih memerhatikan Rain dari luar, sampai perempuan itu sungguhan hilang dari pandangan. Ia acak-acak rambutnya lalu menghela napas pelan. Benar yang Reza katakan, ia terjebak dengan perasaann

