BAB 75

1023 Words

Reza mengacak-acak rambutnya frustasi di kantin. Kini ia sedang duduk sendiri sambil menatap botol air mineral yang masih penuh. Antara kesal dan malu, ia kesal karena Rain datang ke rumah Brams, di sisi lain ia pun malu bertingkah seperti ini. Perasaan yang kini memenuhi hatinya membuat ia bingung. Mulut berkata tidak, tapi hati dan perbuatan seolah berkata iya. Suara bel masuk berbunyi, suara itu berhasil membuat Reza sadar dari kebingungannya. Ia langsung bangun dan berlari menuju kelas, melupakan botol air mineral yang baru ia beli begitu saja. Saat sampai kelas, ia tak menoleh sama sekali ke arah Rain, perempuan itu pun terlihat tidak peduli--asyik dengan dunianya sendiri. Hal itu membuatnya tambah uring-uringan. Harusnya dia minta maaf, ah! Rain memang perempuan yang tidak peka. Be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD