39. Time is Flying, Never to Return

1354 Words

“Mama, tolong izinkan aku kali ini! Aku harus bicara dengannya!” Alex menatap tajam ke arah Winona. Alex melangkah meninggalkan ruang makan. Tyara memandang Henry, Henry mengangguk dan tersenyum pada Tyara. Setelah mendapatkan persetujuan dari Henry, Tyara berjalan mengikuti Alex dari belakang. Alex mengajak Tyara masuk ke ruang kerjanya. Ruang kerja yang sangat pucat, warna dindingnya putih. Perabotannya terbuat dari kayu yang sangat kokoh berwarna cokelat. Tidak banyak perabotan, hanya meja, kursi, dan lemari buku. Tanpa foto ataupun lukisan. “Masuklah!” Alex membuka pintu ruang kerjanya. Setelah Tyara masuk, Alex mengunci pintu ruang kerjanya. Tyara berdiri dengan waspada. “Duduklah!” Alex mempersilakan Tyara untuk duduk. Alex dan Tyara duduk berhadap-hadapan dipisahkan dengan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD