Ndeso Bin Katrok “Ooom!” teriak Azada. “Iya.” “Ayok ke Timezone.” “Boleh.” “Aidan sama Abrisam mau ikut gak?” “Ikut,” jawab keduanya kompak. “Siap-siap sana!” “Oke.” Azmi menuju abah dan uminya yang sedang duduk sambil menonton TV. Rupanya kepulangan si bungsu membuat kondisi Abah Ilyas semakin membaik. “Kamu bawa mbak-mbak khadamah saja, Mi.” “Iya Umi, lagian gak bisa aku handel mereka bertiga sendirian.” “Hehehe. Habis kamu selalu kalah sama mereka,” timpal abahnya. “Heran aku, gimana caranya Mas Azzam sama Mbak Caca ngurus ketiganya kalau pergi-pergi tanpa khadamah atau kang ndalem? Ditambah ada Quila lagi.” “Mereka, kan orang tuanya, ya mereka harus bisa menaklukan anak-anaknya dong. Kalau gak bisa, nanti bagaimana mereka mengarahkan keluarga mereka?” jawab abah bijak. “

