Surat Menyurat “Gus.” “Eh. Ning Hafsah.” “Iya saya.” “Ada apa, Ning?” “Mau ambil foto, Gus.” “Oh. Saya duluan ya.” “Eh. Gus tunggu!” Azmi membalikkan badannya namun matanya tak memandang Hafsah. “Iya.” “Ehm ... saya ... saya ... saya ....” “Bos.” “Iya.” “Semua sudah siap.” “Oke. Maaf Ning, saya duluan.” Azmi langsung menuju studio foto. Ada sebuah butik yang meminta bantuannya untuk memfoto hasil rancangannya untuk desain kemeja dan jas laki-laki. Ning Hafsah sendiri mendesah, ingin sekali mengatakan kalau dia suka sama Gus Azmi dan ingin melakukan ta’aruf dengannya. Namun lidahnya kelu. Dia dan Kakaknya Gus Zainal sudah mencoba menggagalkan pertemuan antara dirinya dan Gus Iqbal. Sayang Gus Iqbal menolak, akhirnya pertemuan itu berlangsung dua hari yang lalu dan Gus Iqbal

