"aku antar kau pulang ya?" David dengan wajah memelasnya menatap Naomi dan di balas anggukan oleh gadis itu. David tersenyum, membukakan pintu mobilnya untuk Naomi, dan setelah memastikan gadis itu duduk dengan memasang sitbelt nya, David berjalan setengah memutar menuju kursi kemudi nya. Menjalankan mesin mobilnya sembari terus mengulum senyum. Tak peduli, apakah mereka hanya teman atau keponakan dengan istri uncle nya, semua itu David tidak memikirkannya. Yang terpenting saat ini adalah dirinya yang bisa berdekatan dengan Naomi. Naomi mengambil telepon genggamnya yang berada di dalam tas ranselnya, mencari kontak Darrel kemudian mengetikkan sebuah pesan untuk suaminya itu. Tak lama ia menaruh kembali benda itu dalam tas nya, dan matanya beralih keluar jendela, menikmati pemandangan

