11 - Desahan?

313 Words
Synda mengalami rasa kantuk yang sangat berat. Kedua kelopak matanya susah untuk dibuka. Namun, tak berarti ia dapat dengan mudah terlelap dan juga bermimpi indah. Pikiran terus bekerja. Sejumlah hal menyita kepala sehingga menimbulkan rasa pusing. Efek yang tidak bagus bagi dirinya. Synda sudah berupaya tidak mempermasalahkan, tetapi ia tetap saja gagal dalam melakukan. "Wajahmu pucat. Apa kau kurang tidur?" Synda langsung mengangkat kepala yang ia letakkan di atas meja makan. Lantas secara cepat mengangguk sembari menatap sosok Aldora Adams. Wanita itu memang selalu bisa memahami apa yang tengah ia alami. Dari waktu ke waktu dekat dengan kekasih sang kakak, membuat Synda menganggap Aldora sebagai teman baik. Jika ada masalah ia tak akan terbebani untuk menceritakan kepada wanita itu. Aldora akan memberikan solusi dan saran yang banyak cocok baginya. "Kau benar. Aku kurang tidur. Hanya tiga jam saja, aku benar-benar tidur nyenyak dan untukku masih kurang beristirahat," jawab Synda apa adanya sesuai yang dirasa. "Lebih baik kau tidur lagi. Jika kau paksakan untuk tetap beraktivitas, pasti tidak bagus." Synda menggeleng cepat. Lantas, kepalanya diangkat. "Kau jangan bercanda. Aku tidak akan tidur di kamar itu. Kau lupa siapa yang sedang ada di ruangan tidur khususku?" "Kau juga pasti lupa bahwa jika di rumah ini, aku hanya bisa tidur di kamar itu. Lebih baik aku kembali saja ke apartemen," imbuh Synda dengan nada sedikit kesal, kali ini. Bukan karena saran yang diberikan oleh Aldora, namun akibat mengingat bagaimana sosok Alexander menciumnya dengan ganas kemarin. Harga diri Synda seakan masih saja tercabik. Ia turut merutuki kebodohannya sendiri yang sudah menikmati cumbuan pria itu. Sungguh, akal sehat yang tak dapat difungsikannya dengan sangat baik. "Baiklah, aku mengerti. Tapi, aku sangatlah penasaran tentang apa saja yang kalian lakukan berdua semalam. Barret mengaku jika dia mendengar suara desahan di dalam kamar, saat lewat. Aku tidak percaya." Synda langsung saja melebarkan kedua bola mata. "Apa yang dia dengar? Desahan?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD